Kutha
Solo (dibaca : Kota Solo) merupakan kota yang masih erat dengan segala
kebudayaan nenek moyangnya.
Kota Solo memiliki banyak tempat-tempat yang yang memiliki
kesan.
Sebagai warga Solo saya memiliki kebanggaan tersendiri
dengan kota tercinta ini.
Meskipun kami tak memiliki sawah sebagai pemandangan hijau
kami, namun kami memiliki tempat berserah yang mampu membangkitkan rasa ingin
tahu kami.
Tempat bersejarah, tempat wisata, bahkan tempat yang
digunakan untuk kumpul (bahasa gaulnya Nongkrong)
atau sekedar bercengkrama dengan teman-teman, sanak saudara maupun keluarga
Kota Solo kami ini pun memiliki semua itu..
Berikut ini adalah tempat yang memiliki kesan tersendiri
bagi saya dan bagi para warga di Kota Solo tercinta ini..
- Keraton Kasunan Surakarta
Tepat di tikungan Jalan Sindikora
yang terletak di dalam kawasan Baluwarti, Keraton Kasunanan Surakarta atau
lengkapnya dalam bahasa Jawa disebut Karaton Surakarta Hadiningrat adalah
istana Kasunanan Surakarta. Kini Keraton Kasunan menjadi salah satu Museum dan objek
wisata di Kota Bengawan ini. Dengan mengujungi Museum Keraton Surakarta kita
melihat beberapa bangunan inti keraton yang penting dan bersejarah. Berikut
adalah daftar harga tiket masuk Museum Keraton Kasunanan Surakarta (2013) dan
jam buka Museum:Jam buka museum : Senin – Kamis pukul
9:00 – 2:00, Sabtu – Minggu pukul
9:00 – 3:00 dan Hari Jum’at LIBUR. Harga
tiket masuk museum : Domestik hanya Rp 10.000, Asing cukup Rp 15.000 dan Kamera
hanya Rp 3.500.
Masih di sekitar Keraton Surakarta, kita dapat berjalan-jalan dan menikmati
keindahan sore di Alun-Alun Kidul (Bahasa Indonesia : Alun-Alun Selatan).
Disini kita dapat melihat Kebo Bule (atau Kerbau) yang merupakan Kerbau milik
Keraton Surakarta, yang setiap sorenya kebo ini selalu dimandikan dan tak
jarang beberapa warga dan anak-anak memberi makan kebo tersebut. Disepanjang
jalan alun-alun ini dapat kita temui berbagai macam penjual songan, mulai dari
penjual bakso bakar, wedangan, maupun hik (merupakan tempat penjual makanan yang
biasanya menggunakan gerobak). Dapat ditemui juga permainan untuk anak-anak dan
tak jarang tempat ini digunakan sebgai tempat berkumbul dan tempat nongkrong
anak muda Solo.
- Masjid Agung Keraton Surakarta
Masjid Agung Kraton Surakarta (Dalam
masyarakat Jawa :
Masjid Ageng Karaton Surakarta Hadiningrat). Semua
pegawai mesjid tersebut merupakan abdi dalem keraton. Masjid ini menempati
lahan seluas 19.180 meter persegi, kawasan masjid dipisahkan dari lingkungan
sekitar dengan tembok pagar keliling setinggi 3,25 meter. Di masjid inilah
kegiatan festival tahunan Sekaten dipusatkan.
Museum
Radya Pustaka adalah sebuah museum yang terletak di Surakarta,
Jawa
Tengah, Indonesia.Museum
Radya Pustaka memiliki koleksi yang terdiri dari berbagai macam arca, pusaka adat, wayang
kulit dan buku-buku
kuno.
Pasar Malam Ngarsopuro terletak di
sepanjang Jl. Diponegoro yang menghubungkan antara Jl. Slamet Riyadi dengan
Kompleks Mangkunegaran. Di Pasar Ngarsopuro kita dapat berbelanja suvenir,
menikmati kuliner, dan bertemu komunitas anak-anak muda Solo dengan berbagai
kreatifitasnya. Pasar malam ini buka dari pukul 17.00-23.00 WIB.
- Wisata Kebun Binatang Jurug
Taman Satwa Taru Jurug terletak di timur
Kota Solo, dekat
dengan perbatasan Karanganyardan mendekati Aliran dari Sungai Bengawan
Solo.
Taman Satwa Taru Jurug
atau
Kebun Binatang Jurug memiliki
lokasi yang indah untuk beristirahat, di dalamnya terdapat berbagai spesies
hewan dan tumbuhan. Dengan konsep wisata alam, jalan-jalan di dalam taman
dikelilingi pohon-pohon besar dan rindang. Di dalam lokasi taman, kita dapat
menjumpai monyet dan berbagai jenis spesies burung. Namun kini taman wisata ini
tak banyak dikunjungi karena kurang ada pengelolaan dari berbagai pihak.
Bengawan
Solo adalah sungai
terpanjang di Pulau Jawa, Indonesia
dengan dua hulu sungai yaitu dari daerah Pegunungan Kidul, Wonogiri dan Ponorogo,
selanjutnya bermuara di daerah Gresik. "Bengawan" dalam bahasa Jawa
berarti "sungai yang besar". Di masa lalu, sungai ini pernah
dinamakan
Wuluyu,
Wulayu, dan
Semanggi. Sungai ini dikagumi masyarakat di seluruh dunia
khususnya Jepang
karena terinspirasi dari lagu keroncong karangan Gesang berjudul sama,
Bengawan Solo.
Karnaval
Batik Solo atau
Solo Batik Carnival
(
SBC) adalah sebuah even tahunan di Kota
Surakarta dengan menggunakan batik sebagai bahan utama pembuatan kostum. Para peserta
karnaval akan membuat kostum karnaval dengan tema yang di tentukan. Sepanjang
Jalan Slamet Riyadi akan
menjadi
panggung bagi para model memeragakan busana hasil desain kreasi mereka sendiri.
Ratusan penonton Domestik maupun
Mancanegara
terlibat dalam perayaan Solo
sebagai Ibukota Batik ini.Karnaval Batik Solo yang pertama ini
diadakan pada tanggal 13 April 2008 dan menyusuri jalan Slamet Riyadi
mulai dari Purwosari hingga ke Balaikota Solo. Para model
menari dan melakukan berbagai gerakan atraktif sepanjang rute sejauh 4,2 km,
menuju Balaikota Solo. Karnaval
kedua
diadakan
pada tanggal 28 Juni 2009 dan
melalui jalur yang sama. Tema tahun 2009 adalah "Topeng" dan diikuti
oleh sekitar 300 peserta yang berjalan sepanjang 4 km.Karnaval ketiga
diselenggarakan tanggal 23 Juni 2010. Karnaval kali ini bertema "Sekar
Jagad". Sekitar 300 partisipan mengikuti festival yang berlangsung di
sepanjang jalan Slamet Riyadi ini.
Kereta Api Klutuk Jaladara (Masyarakat Solo
memanggil :
Sepur Klutuk Jaladara).
Kereta api ini sekarang di gunakan sebagai obyek wisata dengan
menggunakan lokomotif C1218 bertenaga uap.
Lokomotif C1218 ini pada awalnya di simpan di Museum Kereta Api Ambarawa yang
kemudian pada tanggal 10 September 2009, lokomotif ini tiba di kota Solo dan di
aktifkan kembali untuk kepentingan objek wisata. Lokomotif yang menarik 3 gerbong
di belakangnya ini melewati jalur wisata dari Stasiun Purwosari hingga Stasiun
Sangkrah.Pemberangkatan kereta api uap (Sepur Kluthuk Jaladara) ini dimulai
dari stasiun Purwosari pukul 9.00 WIB.
Bus Tingkat Werkudara kini menjadi ikon
wisata baru di Kota Solo. Bus ini dioperasikan khusus bagi para wisatawan, baik
mancanegara atau domestik. Hanya membayar Rp 20 ribu per orang saja, wisatawan
akan diajak berkeliling menyusuri Kampung Batik Laweyan, Keraton Surakarta,
Taman Balekambang, dan obyek wisata lain. Rute keberangkatan Bus Tingkat
Werkudara dari Manahan - Jl. Adi Sucipto - Perempatan Manahan (Tugu Wisnu) -
Jl. Ahmad Yani - Kerten - Jl. Slamet Riyadi - Gendengan - Ngapeman - Pasar Pon
- Gladag - Jl. Jendral Sudirman - Jl. Urip Sumoharjo - Jl. Kol. Sutarto - Jl.
Ir. Sutami - Jurug. Untuk pembelian tiket langsung datang ke DisHub yang
beralamat di Jl. Menteri Supeno No. 7 Manahan - Surakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar